Pola Makan Selama Terapi Penyembuhan

Perlu atur pola makan? Ya, betul sekali. Anda juga harus memperhatikan pola makan selama proses terapi penyembuhan. Jika hanya mengandalkan herbal, obat, atau suplemen saja untuk menaklukkan AIDS, maka kans Anda untuk sembuh TOTAL akan sedikit.

Untuk kasus yang tidak ada gejala sakit pun tetap harus menjaga pola makannya. Tentu saja ini untuk supaya Anda tetap sehat. Bukankah semua orang harus jaga pola makannya supaya tidak sakit?!

AIDS merupakan suatu kondisi yang menyebabkan Anda kehilangan daya tahan tubuh dan bisa mengakibatkan kematian pada penderitanya. Untuk menyembuhkannya, Anda perlu merubah pola makan dan hidup Anda sesuai dengan Hukum Alam ciptaan Tuhan (sesuai kodrat alam dari Tuhan atas kita), bukan dengan metode manusia yang mengandalkan obat-obatan sintetis buatan manusia.

Setiap hari sel-sel tubuh kita ada saja yang mati dan untuk mengganti sel-sel yang mati itu, tubuh melahirkan sel-sel yang baru. Untuk bisa melahirkan sel yang baru, tubuh perlu bahan dasar pembuat sel. Darimanakah bahan dasar itu berasal? Tentu saja, dari apa yang kita makan dan minum.

Jika kita makan makanan yang sehat, maka tubuh akan mendapat bahan dasar pembuat sel yang sehat, sehingga terlahirlah sel yang sehat pula. Kumpulan sel yang sehat ini akan menjadi jaringan yang sehat. Kemudian jaringan yang sehat ini juga membentuk organ yang sehat pula. Maka terbentuklah tubuh kita yang sehat dan kuat.

Hal sebaliknya pun terjadi, jika kita makan makanan yang tidak sehat, maka tubuh akan mendapat bahan dasar pembuat sel yang tidak sehat, sehingga terlahirlah sel yang tidak sehat pula. Sel ini adalah sel yang lemah bahkan memiliki kelainan atau cacat sel. Kumpulan sel yang cacat atau tidak sehat ini akan menjadi jaringan yang cacat atau tidak sehat. Kemudian jaringan yang tidak sehat ini juga membentuk organ yang tidak sehat pula. Maka terbentuklah tubuh kita yang lemah, tidak sehat atau memiliki kelainan.

Metabolisme tubuh dan sistem imun sangat dipengaruhi pola hidup dan makan kita. AIDS sebagai penyakit/kondisi yang berada pada level sel dan DNA, untuk penyembuhannya harus memperhatikan sampai ke kedalaman ini.

Kuncinya adalah pada nutrisi dan Self Healing (kemampuan tubuh menyembuhkan diri sendiri). Jika kita mengonsumsi makanan-minuman yang sehat, maka kita akan memiliki self healing yang ajaib dan tubuh yang sehat serta kuat. Terapi yang memanfaatkan alam, pengaturan gaya hidup, dan disertai pengaturan pola makan Odha, menjawab kebutuhan ini.

Bahkan, Sang Penemu HIV – Luc Montagnier sendiri berkata bahwa HIV bisa hilang dengan nutrisi. Artikel mengenai hal ini bisa Anda pelajari di materi “Sang Penemu HIV Sendiri Malah Berkata Bahwa HIV Bisa Hilang dengan Nutrisi”.

 

Konsumsi Banyak Sayur, Buah, dan Air Putih

Berbagai vitamin, mineral, enzyme dan zat gizi lainnya akan Anda dapatkan dengan cara mengonsumsi banyak sayur dan buah. Terlebih lagi jika dikonsumsi mentah (tidak diolah dengan panas). Kadar antioksidan akan makin tinggi untuk semua jenis sayur dan buah yang berwarna gelap seperti misalnya wortel, tomat, sawi hijau, bayam merah, brokoli hijau, anggur merah, apel, buah naga merah, alpukat, dll.

Jangan lupa juga untuk mencukupi kebutuhan air dengan cara konsumsi air putih rata-rata 6-8 gelas sehari. Tanpa air yang cukup, proses detoksiifikasi, regenerasi dan rejuvinasi (penyegaran kembali) akan terhambat sehingga mengganggu proses penyembuhan. Yang saya maksudkan dengan air minum disini adalah air putih murni yang diminum langsung, bukan yang ditambahkan teh, kopi, susu, jus, jamu, dll.

Anda juga bisa minum air ‘kelas super’ seperti misalnya air dari Kangen Water atau ‘kelas premium’ seperti misalnya air mineral merek Super O2 atau Total 8+. Kedua air kelas premium ini bisa Anda beli di supermarket atau minimarket terdekat.

 

Batasi Konsumsi Karbohidrat

Selama masa terapi penyembuhan, kurangilah (bukan hindari) konsumsi karbohidrat, misal: gula pasir, nasi, roti/biskuit, kentang. Nasi yang baik selama masa terapi adalah nasi dari beras coklat, beras merah, dan beras hitam. Beras-beras seperti ini bisa Anda cari di supermarket terdekat.

Walaupun konsumsi gula pasir DIKURANGI, namun untuk kasus yang memperlihatkan gejala yang parah, lebih baik untuk MENGHINDARI gula pasir sama sekali. Pemanis yang aman dikonsumsi adalah pemanis dari daun stevia, gula aren/gula merah, dan madu. Hindari aspartame atau pemanis buatan yang katanya rendah kalori, karena pemanis buatan justru tidak baik untuk sistem syaraf Odha.

Hindari segala jenis mie dan bihun (kecuali mie atau bihun buatan sendiri yang tidak ada zat aditifnya), karena bahan aditif pada mie atau bihun bisa berefek negatif pada sistem pencernaan dan hormonal kita.

Hindari juga produk-produk susu sapi dalam bentuk bubuk ataupun cair. Keju dan yogurt juga lebih baik dihindari. Di jaman sekarang, susu sapi perlu dihindari karena susu sapi cukup banyak mengandung antibiotik dan hormon sintetis yang diberikan ke sapi ternak. Detail info tentang bahaya RUTIN konsumsi susu sapi bagi kesehatan, bisa Anda baca di link

https://healindonesia.com/2015/04/03/sisi-negatif-susu-sapi-yang-tidak-diketahui-banyak-orang/

Perhatian! Oleh karena Odha sudah terbiasa mengonsumsi banyak karbohidrat, seperti nasi, roti, susu, mie, dan manis-manis, Odha akan mengalami rasa lapar dan lemas selama rata-rata 3 hari menjalani diet rendah karbohidrat ini. Hal ini masih normal karena gejala tersebut merupakan reaksi tubuh yang masih “kecanduan” dengan pola makan lama.

Setelah lewat 3 hari atau lebih, tubuh Odha akan mulai terbiasa dengan pola makan baru sehingga gejala lapar dan lemas akan hilang. Dan setelah itu, Odha justru akan merasakan kesegaran yang lebih besar dibandingkan biasanya oleh karena diet ini mencukupi kebutuhan nutrisi dan kalori yang diperlukan.

 

Hindarilah Kopi, Junk Food, dan Soft Drink

Mengonsumsi ketiga hal ini akan memperparah kondisi atau penyakit Odha. Hanya dengan makan junk food 2 kali dalam seminggu, ini menaikkan kadar gula darah Odha, menaikkan kadar kolesterol jahat, mengacaukan hormon-hormon lainnya untuk berfungsi dengan baik.

Tingkat kalori gula pada soft drink reguler (bukan diet) dengan volume 300 ml setara dengan 7 sendok makan gula! Dengan kadar sepeti ini tiap harinya akan menaikkan kadar gula darah, memperberat kerja ginjal, dan mengganggu jantung.

Menurut Dr. Goldberger, bagi beberapa orang, mengonsumsi kafein kopi bisa menimbulkan beberapa gangguan kesehatan seperi misalnya sembelit, susah tidur, dan sakit perut. Orang-orang dengan hipertensi dapat menaikkan detak jantungnya dengan berlebih jika mengonsumsi kafein kopi. American Dietetic Association juga menganjurkan supaya kafein tidak diberikan kepada wanita hamil dan sedang menyusui karena bisa menyebabkan keguguran dan bayi dengan berat kurang.

Tubuh ketika sakit perlu istirahat dari serangan luar dan perlu bahan yang sehat untuk meregenerasi sel dan memulihkan sistem imun. Kopi, junk food, dan soft drink malah menjadi bahan yang tidak sehat untuk regenerasi sel dan juga jadi sesuatu yang menyerang tubuh serta menekan sistem imun Odha.

Ingat untuk supaya Odha menjaga makanannya hanya untuk makanan yang sehat saja karena “Anda adalah apa yang Anda makan!”

 

Cukupi Kebutuhan Odha akan Tidur dan Istirahat

Nah, jangan lupa juga untuk istirahat yang cukup. Tidur yang cukup adalah antara 6-8 jam sehari, bukannya dibawah 6 jam dan di atas 8 jam. Tapi untuk Odha yang memperlihatkan kondisi sakit, memang perlu tidur di atas 8 jam. Banyak hormon-hormon dalam tubuh kita diproduksi pada saat kita tidur di malam hari. Jadi, jika kita kurang tidur, banyak hormon yang akan berkurang dan inilah yang mengganggu kesehatan Odha.

Tubuh kita menghasilkan protein tambahan ketika sedang tidur. Ini akan membantu proses perbaikan tubuh Odha. Tidur juga membantu jantung untuk bisa tenang kembali dan menormalkan kadar kolesterol dalam tubuh. Hormon pelepas stress, yaitu melatonin juga dihasilkan pada saat kita tidur yang akan membantu Odha kembali bersemangat ketika bangun tidur.